Menteri Pertanian juga menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan bantuan untuk pemulihan sektor pertanian yang terdampak banjir di Sulawesi Tenggara. Bantuan tersebut meliputi alat dan mesin pertanian, benih, bibit untuk lahan terdampak seluas sekitar 2.000 hektare, hingga bantuan dryer atau alat pengering gabah untuk gudang Bulog.
“Alat mesin pertanian, benih, bibit untuk 2.000 hektare. Kurang lebih Rp10 miliar bantuan yang kami salurkan termasuk dryer untuk gudang Bulog juga,” ujarnya.
Menurut Amran, pemerintah pusat juga akan menangani sumber permasalahan banjir dengan melakukan pembangunan dan perbaikan tanggul di kawasan terdampak. Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk percepatan penanganan.
“Ini harus dibereskan sumber masalahnya semua. Tanggul dibangun, kami sudah telepon Dirjen Kementerian PU yang bertanggung jawab. Dananya siap, alatnya sudah siap. Kami minta satu minggu, paling lambat dua minggu selesai,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga akan mendukung program optimalisasi lahan sawah di sejumlah wilayah terdampak guna mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabanjir.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Wali Kota Kendari, Plh Sekda Provinsi Sultra, Sekda Kota Kendari, Wakapolda Sultra, Kapolres Kendari, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.














