Ribuan Warga Jepang Turun ke Jalan, Tolak Revisi Konstitusi Pasifis

Warga Jepang Demontrasi tolak revisi konstitusi Pasifik. Foto: Justin McCurry/The Guardian

TOKYO — Aksi demonstrasi besar-besaran kembali mengguncang ibu kota Jepang seiring meningkatnya penolakan terhadap rencana pemerintah merevisi konstitusi pasifis yang telah menjadi fondasi negara sejak pasca Perang Dunia II.

Gelombang protes ini didominasi oleh generasi muda yang mulai aktif menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap potensi perubahan Pasal 9 bagian konstitusi yang secara tegas menolak perang sebagai instrumen negara. Mereka menilai revisi tersebut dapat membuka peluang Jepang terlibat dalam konflik militer global.

Dalam aksi terbaru di depan parlemen Jepang, sekitar 36 ribu demonstran memadati kawasan pusat politik di Tokyo. Massa membawa berbagai simbol perlawanan, mulai dari poster bertema perdamaian hingga light stick yang menciptakan lautan cahaya di tengah kerumunan.

Salah satu peserta aksi, mahasiswa bernama Gohta Hashimoto, menyebut keterlibatannya sebagai bentuk tanggung jawab generasi muda dalam menjaga masa depan negara. Ia mengaku sebelumnya tidak terlalu peduli dengan politik, namun situasi global membuatnya berubah sikap.

“Kalau kita diam, berarti kita menyerahkan masa depan kepada orang lain,” ujarnya.

Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi yang terus membesar sejak awal tahun. Jumlah peserta meningkat signifikan, dari hanya ribuan orang pada Februari menjadi puluhan ribu pada April.

Baca juga:  Kelompok Mafia Siber Kelas Kakap Ini Diburu Seluruh Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *