Opini  

Pokir Titipan, Ancaman Transparansi Anggaran Daerah

Karikatur oknum anggota DPRD Sultra memaksakan Pokir pada OPD

Menurut visioner Indonesia, kasus Pokir titipan di Sultra tidak boleh dianggap sepele. Ia menunjukkan masalah struktural yang terkait dengan tata kelola anggaran daerah yang sering menjadi subjek kepentingan. Akibatnya, KPK harus cepat dan tegas. Perlambatan penegakan hukum akan memungkinkan praktik serupa berulang. 

Selain itu, DPRD Sultra perlu memiliki keberanian untuk melakukan introspeksi. Pokir memiliki mandat konstitusional untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan “ruang transaksi politik”. Jika mandat ini dilanggar, bukan hanya uang negara tetapi juga legitimasi politik.

banner 728x90

Pokir titipan adalah sinyal bagi semua orang. Ia menunjukkan bahwa demokrasi lokal sedang diuji apakah ia bermanfaat bagi masyarakat atau hanya untuk kepentingan individu tertentu. 

Visioner Indonesia berpendapat bahwa saatnya bagi masyarakat untuk mengeluarkan suara mereka untuk menentang praktik titipan ini. Transparansi anggaran harus dijaga, dan aspirasi rakyat tidak boleh diperdagangkan. Jika tidak, nepotisme akan berkembang di area yang seharusnya dimiliki rakyat.

Penulis: Akril Abdillah (Sekjen Visioner Indonesia)

Baca juga:  Menuju Satu Tahun Kepemimpinan ASR: Fondasi Kuat, Keteladanan Moral, dan Optimisme Masa Depan Sulawesi Tenggara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *