JAKARTA, — Antrean BBM di sejumlah wilayah menjadi perhatian. Selain Jawa Timur—Malang, Jember, dan Blitar—antrean juga terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Sulawesi Utara, dan Bali. Kementerian ESDM bersama Pertamina memperkuat koordinasi untuk mempercepat pemulihan distribusi.
Situasi itu memunculkan kritik mengenai kelancaran pengiriman, pengawasan distribusi, hingga tata kelola perusahaan. Ekonom konstitusi Defiyan Cori menyoroti efisiensi manajemen Pertamina. Anggota DPRD Sulawesi Utara Michaela Elsiana Paruntu menaruh perhatian pada keterlambatan distribusi BBM.
Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, mengajak masyarakat menyikapi perkembangan tersebut secara tenang dan proporsional. “Kami mengajak masyarakat melihat persoalan ini secara utuh. Kritik tentu menjadi bagian dari upaya memperbaiki pelayanan, tetapi kita juga perlu memberi ruang bagi informasi yang lengkap dan langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat,” ujarnya, Kamis (22/10/2026) di Jakarta.
Pemerintah memperkuat pengiriman BBM ke sejumlah daerah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan cadangan BBM nasional berada di kisaran 16–18 hari untuk Pertalite dan di atas 20 hari untuk jenis lainnya. Pemerintah meminta Pertamina memperlancar distribusi agar ketersediaan diikuti pelayanan optimal.
Romadhon mengapresiasi koordinasi dan langkah operasional tersebut. “Yang perlu kita lihat adalah bagaimana seluruh pihak bergerak menyelesaikan persoalan. Penguatan pasokan, tambahan dukungan distribusi, dan koordinasi di lapangan perlu didukung agar BBM menjangkau masyarakat,” katanya.














