Dewan Ekonomi Nasional (DEN) juga menyampaikan masukan kepada Presiden Prabowo. DEN mengingatkan ancaman El Nino yang diprediksi lebih lama. Dampaknya tidak hanya pada karhutla, tetapi juga stabilitas harga pangan hingga BBM. DEN meminta penanganan karhutla lebih optimal.
Menurut Romadhon, kritik perlu dijawab dengan data dan fakta. “Kalau ada yang menyoroti efisiensi manajemen atau keterlambatan distribusi, jawabannya bukan sekadar pernyataan resmi. Tapi bukti di lapangan: berapa tangki bergerak, berapa depo beroperasi, dan kapan pasokan tiba. Itu yang menenangkan publik,” jelasnya.
Evaluasi kesiapan cadangan dan distribusi menjadi bagian penting menjaga keandalan pasokan. Perencanaan pengiriman, kesiapan armada, penguatan cadangan, serta koordinasi antarpihak perlu diperhatikan untuk mengantisipasi hambatan operasional. Edukasi publik juga diperlukan agar tidak menyimpulkan kondisi nasional dari satu daerah.
Gagas Nusantara menegaskan bahwa menjaga kepercayaan publik membutuhkan keterbukaan informasi dan pelayanan konsisten. “Pertamina memiliki peran penting menjaga ketersediaan energi nasional. Ketika ada upaya memperkuat pasokan dan memperbaiki pelayanan, langkah itu perlu dilihat objektif. Kami berharap masyarakat tetap kritis secara sehat dan mendukung penyelesaian yang mengutamakan kepentingan bersama,” tutup Romadhon.














