Menurut Ridwan, selama ini banyak narasi Umar Bonte yang dinilai tidak selaras dengan fakta lapangan, terutama terkait kinerja pemerintah daerah dan kebijakan pembangunan di Sulawesi Tenggara.
“Yang kamu ungkapkan sehari-hari itu tidak berdasarkan fakta dan data, hanya mementingkan pencitraan,” pungkasnya.
Tantangan Ridwan Badallah ini langsung menyita perhatian publik, terutama di kalangan aktivis dan pemerhati politik daerah. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai bentuk pembuktian terbuka atas kapasitas intelektual para pejabat publik.
Hingga berita ini diterbitkan, Umar Bonte belum memberikan tanggapan resmi atas tantangan tersebut.













