Hj. Ansari dan PDI Perjuangan Pamekasan Dukung Pelestarian Tradisi Petik Laut

Menurut Nadi, Hj. Ansari dan PDI Perjuangan Pamekasan memandang tradisi Petik Laut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan memiliki makna budaya yang kuat sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut sekaligus doa memohon keselamatan saat melaut. Karena itu, tradisi tersebut perlu terus dijaga agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Tradisi seperti ini harus terus dipertahankan. Selain menjadi warisan budaya, Petik Laut juga menjadi identitas masyarakat pesisir yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Tradisi Petik Laut tahun ini berlangsung selama dua hari. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan pada Rabu (15/7) pagi, kemudian pada malam harinya dimeriahkan penampilan kesenian Rukun Karya. Puncak acara digelar Kamis (16/7) pagi melalui prosesi Petik Laut yang diikuti puluhan perahu hias dengan melarung sesaji ke tengah laut sebagai simbol rasa syukur atas hasil tangkapan sekaligus doa memohon keselamatan bagi para nelayan. Rangkaian kegiatan ditutup pada Kamis malam dengan pertunjukan ludruk yang disambut antusias masyarakat.

Sejak hari pertama, kawasan Pantai Kaduara Barat dipenuhi deretan perahu hias yang ditambatkan di bibir pantai sebagai persiapan prosesi Petik Laut. Salah seorang panitia, Mahesa, mengatakan puluhan perahu tersebut dipersiapkan untuk memeriahkan tradisi tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat nelayan. Tradisi Petik Laut hingga kini tetap dipertahankan sebagai bagian dari upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat pesisir di Kabupaten Pamekasan.

Baca juga:  PKB Serahkan Rekomendasi Pilkada untuk 9 Bapaslon di Sultra, Ada Rajiun-Purnama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *