INGGRIS — Manchester United kembali menjadi sorotan setelah tersingkir secara memalukan di putaran ketiga Carabao Cup. Melawan Grimsby Town, klub kasta keempat Liga Inggris, Setan Merah kalah lewat adu penalti dramatis 12-11 setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal.
Pertandingan di tengah hujan deras itu berakhir dengan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah kompetisi. Grimsby tampil berani sejak awal, memanfaatkan rapuhnya lini belakang United. Charles Vernam membuka skor melalui sepakan tajam pada menit ke-19, sebelum Tyrell Warren menggandakan keunggulan jelang turun minum. United pun masuk ruang ganti dengan wajah tertunduk, dua gol tertinggal dari tim yang di atas kertas jauh di bawah level mereka.
Ruben Amorim, manajer United, mencoba merespons dengan melakukan sejumlah pergantian pemain di babak kedua. Masuknya Bruno Fernandes dan Mbeumo sempat memberi energi baru. Pada menit ke-75, Mbeumo mencetak gol yang membuka asa United. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil ketika Harry Maguire menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit-menit akhir pertandingan.
Skor 2-2 memaksa pertandingan ditentukan lewat adu penalti. Drama panjang terjadi, dengan kedua tim mengeksekusi hingga 23 kali tendangan. Namun, nasib buruk menghampiri United ketika sepakan Bryan Mbeumo mengenai mistar gawang. Grimsby pun memastikan kemenangan bersejarah, memicu ribuan pendukungnya menyerbu lapangan dalam euforia tak terlupakan.
Bagi Grimsby, kemenangan ini akan tercatat sebagai salah satu malam paling indah dalam sejarah klub. Sorakan “Oh when the Town go steaming in” menggema di seluruh stadion, menjadi simbol kebanggaan atas tumbangnya raksasa 20 kali juara liga.












