Para pembicara dalam forum tersebut juga mendorong generasi muda untuk aktif menjaga narasi kebangsaan di ruang publik. Mereka menilai bahwa anak muda bukan sekadar pengguna energi, tetapi juga penjaga makna energi sebagai simbol kemandirian dan keberlanjutan bangsa.
Dalam sesi berikutnya, Romadhon kembali menekankan peran moral Pertamina sebagai pilar kepercayaan nasional.
“Pertamina bukan hanya pengelola migas, tetapi penjaga kepercayaan negara di mata rakyatnya. Keberadaannya adalah manifestasi tanggung jawab sosial dan moral sebuah bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri,” ungkapnya.
Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas generasi untuk memperkuat transparansi, komunikasi publik, dan partisipasi masyarakat dalam kebijakan energi. Dengan pendekatan yang terbuka dan dialogis, kepercayaan publik terhadap pengelolaan energi nasional diyakini akan semakin kokoh.
Menutup kegiatan, Romadhon Jasn menyerukan agar momentum Sumpah Pemuda dijadikan panggilan moral bagi seluruh anak bangsa.
“Mari kita bangun kepercayaan nasional melalui karya, kejujuran, dan narasi yang meneguhkan semangat kebangsaan. Menjaga energi berarti menjaga masa depan negeri,” pungkasnya.













