Sinergi dan semangat gotong royong antara Kwarda, Kwarcab, hingga gugus depan dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini.
Sebagai penguatan pesan sekaligus sarana sosialisasi nilai cinta lingkungan, Asrun Lio menutup sambutannya dengan pantun yang menggugah semangat peserta:
Bunga mawar tumbuh di taman,
Indah dipandang harum baunya,
Kelola sampah demi masa depan,
Bukti Pramuka cinta pada alamnya.
Bulan Desember hampir berlalu,
Bulan Januari menghitung hari,
Kelola sampah tak usah malu,
Jika berhasil Pramuka jadi mandiri.
Ikan pepes sambal terasi,
Kuah ikan campur sinonggi,
Saya akhiri sambutan ini,
Cukup sekian dan terima kasih.
Workshop Pengelolaan Sampah Kwarda Sulawesi Tenggara tersebut secara resmi dibuka dengan harapan Gerakan Pramuka semakin menunjukkan perannya sebagai agen perubahan, pelopor kepedulian lingkungan, dan solusi nyata bagi permasalahan bangsa.
Workshop ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan dan Andalan Kwarda Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara, perwakilan Kwarcab se-Sultra yang mengikuti secara daring, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara, serta peserta workshop dari unsur pembina dan pengelola gugus depan.














