“Kepolisian harus bekerja tanpa rasa takut atau keberpihakan, apa pun komentar yang datang dan dari negara mana pun komentar itu berasal,” kata Starmer.
Kontroversi tersebut juga memicu reaksi dari kalangan politik Inggris. Pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey, mendesak pemerintah memanggil Duta Besar Amerika Serikat untuk memberikan penjelasan atas apa yang disebutnya sebagai bentuk intervensi asing yang terang-terangan.
Menurut Davey, pemerintahan Presiden Donald Trump secara terbuka menyerang demokrasi Inggris melalui media sosial dan memperkeruh situasi yang sedang dihadapi keluarga korban.
Sementara itu, hubungan diplomatik Inggris dan Amerika Serikat disebut tetap kuat meskipun terdapat perbedaan pandangan terkait penanganan kasus tersebut.
Kasus Henry Nowak juga dimanfaatkan sejumlah tokoh politik dan influencer untuk memperkuat narasi tentang dugaan “two-tier policing” atau penegakan hukum yang dianggap berbeda terhadap kelompok tertentu. Pemilik platform X, Elon Musk, serta pemimpin Reform UK, Nigel Farage, termasuk di antara figur yang menyoroti kasus tersebut dan mengkritik respons aparat.
Saat ini, lembaga pengawas kepolisian independen Inggris masih melakukan penyelidikan terhadap tindakan petugas yang memborgol Henry Nowak ketika korban berada dalam kondisi kritis setelah penusukan.
Starmer sendiri telah bertemu langsung dengan keluarga Nowak di Downing Street dan berjanji akan mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan keadilan serta memperbaiki berbagai kesalahan yang terjadi dalam penanganan kasus tersebut.












