JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produksi beras nasional sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton. Angka tersebut meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa kenaikan produksi beras ini merupakan dampak berjenjang dari meningkatnya produksi padi (gabah), yang didorong oleh bertambahnya luas panen serta kondisi luas tanam yang lebih luas sepanjang 2025.
“Produksi padi merupakan hasil perkalian antara luas panen dan produktivitasnya, sehingga akan mengikuti perkembangan kedua faktor tersebut,” ujar Ateng dalam rilis resmi BPS, Senin (2/2/2026).
BPS mencatat, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) sepanjang 2025 mencapai 60,21 juta ton, meningkat 7,06 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Khusus Desember 2025, produksi padi tercatat 2,44 juta ton GKG, naik 22,23 persen dibandingkan Desember 2024.
Dari sisi luas panen, terjadi peningkatan signifikan. Pada Desember 2025, luas panen padi mencapai 0,44 juta hektare, naik 22,29 persen dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 0,36 juta hektare. Secara kumulatif, luas panen padi sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 11,32 juta hektare, meningkat 1,27 juta hektare atau 12,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan luas panen ini tidak terlepas dari kondisi luas tanam padi yang relatif lebih besar. Berdasarkan hasil pengamatan Kerangka Sampel Area (KSA) pada Desember 2025, mayoritas lahan pertanian berada pada fase standing crop atau sedang ditanami padi, yakni sebesar 47,33 persen.












