Moderasi Beragama Jadi Pilar Pendidikan, Kakanwil Kemenag Sultra Dorong Inovasi di Madrasah

Workshop Deep Learning Terintegrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Moderasi Beragama yang berlangsung di MTsN 2 Konawe, Selasa (14/4/2026).

Dalam analoginya, ia menggambarkan dunia pendidikan seperti sebuah pasar yang sangat bergantung pada kualitas “produk” berupa pembelajaran. Jika kualitas tidak ditingkatkan, maka kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan bisa menurun.

“Ketika pembelajaran stagnan, masyarakat akan mencari alternatif lain yang lebih menjawab kebutuhan mereka,” katanya.

Selain itu, Mansur juga mendorong penerapan pembelajaran kontekstual yang berorientasi pada kehidupan nyata peserta didik. Ia menilai pendekatan seperti ekoteologi dan pembiasaan perilaku positif di lingkungan madrasah sangat efektif dalam membangun karakter dan kemandirian.

“Pendidikan harus menyentuh realitas kehidupan. Tidak cukup hanya teori, tetapi juga praktik nilai dalam keseharian,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Mansur berharap hasil workshop dapat diimplementasikan secara nyata di ruang kelas melalui integrasi pembelajaran mendalam, Kurikulum Berbasis Cinta, serta penguatan karakter peserta didik.

“Kolaborasi dan adaptasi menjadi kunci. Dari sini kita harapkan lahir generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.

Baca juga:  BEM Hukum UHO Apresiasi Pembentukan Ormas Nura Daya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *