KENDARI – Klaim yang disampaikan oleh manajemen PT Mandiri Munanet Jaya (MMJ) terkait operasional jaringan internet mereka menuai ujian terberat. Bukannya meredakan ketegangan, pernyataan perusahaan yang mengaku telah memutus sementara server internet Starlink justru mentah di tangan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) HMI Cabang Kendari yang membongkarnya lewat pembuktian teknologi digital.
Direktur Eksekutif LKBHMI Kendari, Alfansyah, membeberkan bahwa klaim perwakilan PT MMJ, Fery, terkait pemutusan server dan rencana migrasi ke penyedia internet (Internet Service Provider / ISP) lain adalah informasi yang tidak sesuai fakta alias diduga sebagai bentuk kebohongan publik.
Ketidakjujuran tersebut terbongkar berkat temuan jurnalis dan hasil pengecekan langsung melalui situs pelacakan jaringan Hurricane Electric BGP Toolkit. Berdasarkan instrumen digital tersebut, server milik Starlink terbukti masih aktif digunakan oleh ribuan pelanggan di pedesaan tanpa ada perubahan maupun pemutusan sedikit pun.
“Sudah kami pastikan pada pelanggan di lapangan. Faktanya hingga hari ini tidak pernah terjadi pemutusan server internet. Jadi siapapun yang berbicara mewakili PT MMJ jangan licik dengan melakukan tindakan yang diduga membohongi publik,” tegas Alfansyah, Rabu (7/10/2026).
Bongkar Rekam Jejak BTS dan Indikasi Pajak
Tidak berhenti pada isu server, investigasi LKBHMI juga merambah pada dalih teknis yang sempat dilontarkan PT MMJ saat awal menjalin kerja sama dengan ISP mitra mereka, PT Cakrawala Media Data (CMD). Perusahaan sebelumnya berdalih bahwa wilayah Muna dan Muna Barat belum terjangkau menara pemancar (Base Transceiver Station / BTS) Mikro.














