“Ini bukan hanya seremoni, tetapi momentum untuk menggerakkan ekonomi daerah, khususnya UMKM dan sektor pariwisata,” jelasnya.
Dari sisi anggaran, kegiatan ini menggunakan APBD 2026 sebesar Rp1,97 miliar. Usulan tambahan anggaran sebelumnya tidak direalisasikan sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap prinsip efisiensi dan kesederhanaan.
Rangkaian kegiatan yang disiapkan meliputi pameran UMKM, pawai budaya, lulo massal, atraksi dirgantara seperti flypass pesawat tempur dan terjun bebas, hingga hiburan rakyat berupa drama musikal dan penampilan artis lokal maupun nasional.
Selain TNI AU, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak seperti Bank Indonesia, Bank Sultra, dunia usaha, serta komunitas lokal.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, sebelumnya juga menegaskan bahwa perayaan ini harus menjadi pesta rakyat yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, dengan tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan.
Dengan konsep kolaboratif dan efisien, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara optimistis perayaan HUT ke-62 akan berlangsung semarak sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.













