Harta Marina Budiman Anjlok Rp62 Triliun dalam Tiga Hari, Saham DCII Terjun Bebas

Para analis menilai kejatuhan saham ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kekhawatiran terhadap kebijakan populis Presiden terpilih Prabowo Subianto, tekanan likuidasi paksa, serta ketidakpastian mengenai kepemimpinan di Kementerian Keuangan. “Aksi jual ini bagaikan sambaran petir yang tiba-tiba mengejutkan pasar,” ujar Nirgunan Tiruchelvam, analis dari Aletheia Capital Singapura, dikutip dari Bloomberg via Yahoo Finance.

Sebelum kejatuhan ini, saham DCII sempat menjadi incaran investor yang berspekulasi bahwa permintaan terhadap pusat data akan terus meningkat dan menarik lebih banyak investasi asing. Namun, volatilitas pasar menunjukkan bahwa lonjakan tajam sering kali diikuti oleh penurunan yang tidak kalah drastis, menambah daftar panjang fenomena “boom and bust” di pasar saham Indonesia.

Baca juga:  Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Akhir Perdagangan Sore

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *