Selain itu, sejumlah kegiatan pendukung juga telah disiapkan, seperti festival layang-layang, lomba tari kreasi, lomba lagu daerah, permainan tradisional, fashion show budaya, lomba fotografi, trail running, rangking satu, pidato bahasa Muna, jogging, rock climbing, dan gowes wisata.
Kehadiran Menteri Kebudayaan dan Kepala BRIN nantinya juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan sejarah Liangkobori kepada publik nasional. Salah satu situs yang akan menjadi perhatian adalah Gua Metanduno yang menyimpan lukisan purba telapak tangan yang diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun dan disebut sebagai salah satu lukisan figuratif tertua di dunia.
Pemerintah Kabupaten Muna berharap Festival Liangkobori 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat identitas budaya Muna, serta mengangkat nama daerah sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah unggulan di Indonesia.














