KENDARI, – Forum Gerakan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Forgema Sultra) mendesak Bupati Konawe Kepulauan (Konkep), Rifqi Saifullah Razak, untuk memberikan klarifikasi secara terbuka terkait dugaan perselingkuhan yang menyeret namanya bersama seorang pegawai PPPK di lingkungan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara berinisial YH alias Osin.
Penanggung Jawab Forgema Sultra, Abdul Rahman Fathur, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak dapat semata-mata dipandang sebagai urusan pribadi apabila telah menyangkut seorang kepala daerah yang memegang mandat dan kepercayaan masyarakat.
“Ketika nama seorang pejabat publik dikaitkan dengan dugaan persoalan moral yang serius, masyarakat berhak meminta penjelasan. Ini bukan sekadar gosip personal, tetapi menyangkut integritas, keteladanan, dan kepatutan seorang pemimpin,” ujar Rahman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, jabatan kepala daerah tidak hanya berkaitan dengan kewenangan administratif dan politik, tetapi juga mengandung tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan institusi pemerintahan di mata publik.
Rahman menilai munculnya dugaan tersebut telah memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana seorang pejabat mampu menjaga integritas dan wibawa jabatan yang diembannya.
“Kepala daerah harus menjadi teladan. Ketika muncul dugaan seperti ini, publik wajar mempertanyakan apakah pejabat tersebut masih mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Forgema Sultra menegaskan tidak ingin melakukan penghakiman terhadap pihak mana pun sebelum adanya fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.














