Moskow –Pemerintah Rusia tengah dirundung kekhawatiran atas potensi keruntuhan rezim Iran, yang selama ini menjadi sekutu strategis Moskow di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik yang meningkat akibat tekanan dari Israel dan mantan Presiden AS Donald Trump mendorong Kremlin untuk mengambil posisi hati-hati dalam merespons perkembangan krisis.
Konferensi bilateral bertajuk “Kerja Sama Rusia-Iran dalam Dunia yang Berubah” yang digelar di Moskow pekan ini justru menyoroti lemahnya posisi Iran, memaksa kedua belah pihak menghadapi kenyataan baru: Teheran berada dalam kondisi rawan secara politik dan militer.
Menurut analis Rusia-Iran Nikita Smagin, Moskow tidak akan mengambil risiko konflik langsung dengan AS dan Israel demi mempertahankan Iran. “Rusia fokus pada Ukraina dan menjaga relasi dengan pemerintahan Trump,” ujarnya.
Meski Rusia menjalin hubungan erat dengan Iran sejak invasi ke Ukraina termasuk melalui pasokan drone dan kerja sama militer Moskow tak kunjung memenuhi permintaan Iran akan senjata strategis. Bahkan, perjanjian kemitraan strategis yang ditandatangani Januari lalu tidak memuat klausul pertahanan bersama.











