Israel Klaim Kuasai Wilayah Udara Teheran, Peringatkan “Teheran Akan Terbakar” Jika Iran Terus Serang

Graphic Islamic Revolutionary Guard Corps

Jakarta – Ketegangan antara Israel dan Iran mencapai titik kritis setelah Israel mengklaim telah menguasai wilayah udara di atas ibu kota Iran, Teheran, dan memperingatkan akan menghancurkan kota tersebut jika serangan rudal Iran terus berlanjut. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa “Teheran akan terbakar” bila Iran kembali meluncurkan rudal ke wilayah Israel.

Pernyataan keras ini disampaikan menyusul serangan besar-besaran Iran berupa ratusan rudal balistik dan drone yang menargetkan wilayah Israel sebagai respons atas serangan kejutan Israel pada Jumat pagi. Beberapa proyektil berhasil menembus sistem pertahanan Israel, menewaskan tiga orang di Tel Aviv dan Rishon LeZion.

Serangan Israel dilaporkan menargetkan lokasi strategis Iran, termasuk fasilitas nuklir Natanz.
Foto: @AirbusDefence/OSC.

Katz menuding Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bertanggung jawab atas penderitaan rakyat Iran. Ia menuduh Khamenei menyandera rakyatnya dan menyeret mereka dalam konfrontasi berbahaya yang bisa menghancurkan Teheran.

Israel Defense Forces (IDF) mengklaim telah menghancurkan sistem pertahanan udara Iran di sekitar Teheran dan kini memiliki “kebebasan bertindak penuh” di udara. Seorang pejabat militer menyatakan, “Jalan udara menuju Teheran kini terbuka.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa jet-jet tempur Israel akan menargetkan “seluruh situs dan sasaran milik rezim Ayatollah,” termasuk fasilitas nuklir. Ia menyebut program nuklir Iran “sangat dekat” dengan produksi senjata dan menuding adanya upaya perakitan komponen bom nuklir.

Sementara itu, Iran tetap bersikap keras. Presiden Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa serangan lanjutan dari Israel akan dibalas dengan lebih “kuat dan kejam.” Komandan baru Garda Revolusi mengancam akan “membuka gerbang neraka” untuk Israel, dan memperingatkan negara-negara Barat seperti AS, Inggris, dan Prancis bahwa pangkalan dan kapal militer mereka juga bisa menjadi sasaran jika ikut campur.

Baca juga:  Prabowo Tegaskan Two-State Solution dan Kesiapan Indonesia Dukung Misi Perdamaian Gaza

Media Iran melaporkan ledakan besar di kilang minyak di Kangan, yang terkait dengan ladang gas South Pars—ladang gas terbesar di dunia. Serangan tersebut diduga dilakukan oleh drone Israel, menandai serangan pertama terhadap infrastruktur gas Iran dengan dampak ekonomi dan lingkungan yang besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *