Rusia Waspadai Runtuhnya Rezim Iran, Khawatir Kehilangan Sekutu Strategis

Vladimir Putin dan Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, di Kremlin pada bulan Januari. Foto: Vyacheslav Prokofyev/AP

Sumber internal menyebutkan bahwa Rusia lebih memilih mendorong penyelesaian diplomatik dan mencegah keterlibatan militer langsung. Namun demikian, jika rezim di Teheran runtuh, dampaknya dinilai akan sangat besar.

“Keruntuhan Iran bisa menjadi kerugian strategis dan ekonomi jangka panjang bagi Rusia,” ungkap seorang pejabat diplomatik. Rusia diketahui telah menginvestasikan miliaran dolar di sektor energi dan infrastruktur Iran selama dua tahun terakhir.

banner 728x90

Kondisi ini diperparah oleh hilangnya pengaruh Rusia di Suriah dan meningkatnya kerja sama Moskow dengan kekuatan regional lain seperti Arab Saudi. Jika Iran jatuh dan digantikan oleh pemerintahan yang pro-Barat, posisi Rusia di kawasan akan sangat tergerus.

“Hubungan Rusia-Iran dibangun atas dasar perlawanan terhadap Barat. Tanpa itu, sulit membayangkan Rusia bisa mempertahankan pengaruhnya di sana,” kata Hanna Notte, pakar kebijakan luar negeri berbasis di Berlin.

Baca juga:  Thailand dan Kamboja Betempur di Perbatsan Puluhan Tewas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *