Tak hanya mendapatkan penjelasan, warga juga diajak mengenal berbagai tahapan pengelolaan pertanian perkotaan. Mulai dari pemanfaatan lahan, pemilihan jenis tanaman, penataan area tanam, hingga teknik perawatan agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi warga Kampung Muara Bahari untuk melihat bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang dalam menciptakan kegiatan produktif. Bahkan, ruang-ruang sederhana di lingkungan tempat tinggal dapat dikembangkan menjadi kebun yang menghasilkan manfaat.
Kepala BNNK Jakarta Utara, Kombes Pol Irwan Andy Purnamawan, menekankan bahwa upaya membangun kembali kehidupan sosial masyarakat harus dilakukan melalui pendekatan yang menyentuh kebutuhan warga.
Melalui urban farming, warga diharapkan memiliki alternatif kegiatan yang bermanfaat dan produktif. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, kegiatan ini juga berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Departemen Stratejik Keamanan dan Ketahanan Nasional Universitas Indonesia, Dr. Palupi Lindiasari Samputra, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.
Program ini menjadi wujud penerapan hasil riset dan ilmu pengetahuan agar tidak hanya berhenti di lingkungan akademis, tetapi dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut juga melibatkan praktisi pertanian dari Jepang yang berbagi pengalaman mengenai teknik pertanian modern, terutama dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas agar tetap produktif.
Palupi menjelaskan, konsep pertanian yang diperkenalkan tidak hanya berorientasi pada produksi pangan. Lebih dari itu, pendekatan yang dikembangkan juga mengedepankan sistem sirkular, yakni menghubungkan berbagai potensi sumber daya agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Salah satunya melalui pengelolaan limbah menjadi energi yang bermanfaat. Dengan demikian, kegiatan pertanian tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
“Semoga pelatihan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Konsep sirkular ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mendorong pengelolaan limbah menjadi energi yang bermanfaat bagi lingkungan,” pungkasnya.
Kolaborasi BNNK Jakarta Utara dan Universitas Indonesia ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam menghadirkan perubahan nyata di Kampung Muara Bahari. Pengetahuan yang diperoleh warga dari Kebon Hiris diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman kunjungan, melainkan dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan mereka.
Dari lahan terbatas, harapan itu mulai ditanam. Dari kegiatan sederhana, peluang kemandirian dapat tumbuh. Pada akhirnya, upaya ini bukan hanya untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, mandiri, dan produktif, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga terhadap ancaman bahaya narkoba demi menciptakan Kampung Muara Bahari Bersinar (Bersih Narkoba).














