Kritik terhadap Polri bukan tanpa dasar. Sepanjang 2025, kepolisian menjadi institusi yang paling banyak diadukan ke Komnas HAM dengan 805 aduan. KontraS mencatat 561 peristiwa kekerasan yang melibatkan anggota Polri dari Juli 2025 hingga Juni 2026, menyebabkan 1.047 orang luka-luka dan 35 orang meninggal dunia. Angka-angka ini adalah luka yang belum mengering.
Edi mengingatkan bahwa kepercayaan publik tidak dibangun dengan citra. “Kalau Kapolri baru hanya mengganti spanduk dan jargon, tanpa menyentuh perwira yang selama ini diduga terlibat mafia hukum, maka ini hanya rotasi kekuasaan. Bukan reformasi,” tegasnya.
Suyudi menjanjikan pendekatan berbeda. Ia ingin polisi tidak lagi arogan, tidak berbohong, dan tidak menyakiti masyarakat. Ia berbicara tentang transparansi penanganan perkara, di mana pelapor berhak mengetahui perkembangan kasusnya tanpa harus menunggu viral atau mencari akses informal. Visinya “Polisi Bersama Masyarakat” menempatkan warga sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.
Edi Homaidi menutup dengan pesan sederhana. “Kami tidak menuntut Kapolri baru menjadi malaikat. Kami hanya menuntut ia berani membersihkan rumahnya sendiri. Kalau tidak, janji-janji itu hanya akan menjadi nostalgia, manis di awal, pahit di akhir. Masyarakat menunggu. Bukan menunggu pidato, tapi menunggu tindakan. Selamat bertugas Kapolri Jendral Suyudi.”














