JAKARTA, — Gelombang perlawanan mahasiswa terhadap praktik ilegal di sektor pertambangan kembali memanas. Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Indonesia (ALIMASI) menegaskan akan menggelar Aksi Jilid II di Kantor Dirjen Minerba Kementerian ESDM dan Mabes Polri, pada Senin (3/11/2025) mendatang.
Aksi tersebut merupakan lanjutan dari tuntutan mereka terhadap dugaan jaringan “dokumen terbang” yang diduga difasilitasi oleh PT. Cinta Jaya, sebuah perusahaan tambang yang disebut-sebut kembali berperan dalam aktivitas pemuatan ore nikel ilegal di Sulawesi Tenggara.
Ketua Umum ALIMASI, Ardiansyah, menyatakan bahwa perusahaan tersebut bukanlah pemain baru.
“PT. Cinta Jaya sudah lama dikenal sebagai fasilitator dalam permainan dokumen tambang. Mereka pernah terseret dalam kasus Blok Mandiodo dan kini muncul lagi dengan pola serupa,” ungkap Ardiansyah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/11/2025).
Menurutnya, setelah terbitnya RKAB 2025 PT. Cinta Jaya, sejumlah pihak kembali memainkan modus lama. ALIMASI mencurigai adanya oknum berinisial “A” yang bertindak sebagai penghubung antara pemilik kargo ilegal dan pihak perusahaan.
“Kami sudah kantongi bukti komunikasi dan data lapangan. Ada pola lama yang hidup lagi. Kami duga oknum A menjadi ‘pemain tengah’ yang mengatur dokumen dan pemuatan ilegal di lapangan,” tegasnya.
ALIMASI menilai praktik “dokumen terbang” ini bukan pelanggaran administratif biasa, melainkan kejahatan korporasi terstruktur dan sistematis.













