News  

Hoaks dan AI Digunakan untuk Menjatuhkan Polri, Apakah Ada yang Takut dengan Penegakan Hukum?

Markas Besar Polri

JAKARTA, – Belakangan ini, publik kembali dihadapkan pada serangkaian informasi bohong yang menyasar institusi kepolisian. Mulai dari rekaman suara palsu yang mencatut nama Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, hingga video hasil rekayasa AI yang mengklaim polisi tidak berani menangkap seorang terpidana. Pola serangan ini menunjukkan adanya upaya sistematis untuk melemahkan Polri melalui fitnah dan hoaks.

Rekaman suara yang beredar luas di media sosial diduga mencatut nama IPTU Bontor Desmonth Sitorus, Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan. Narasi yang dibangun menyudutkan pihak kepolisian dalam aktivitas perambahan hutan. Namun setelah ditelusuri oleh Himpunan Mahasiswa Kawal Rakyat Sumatera Utara (Hima KRS), audio tersebut dipastikan bukan suara Kasat Reskrim yang bersangkutan. Ini adalah modus pembunuhan karakter yang terencana.

banner 728x90

Modus serupa juga terjadi dalam kasus lain. Sebuah video yang menampilkan Kabid Humas Polda Metro Kombes Budi Hermanto mengklaim polisi tidak berani menangkap terpidana Hercules dinilai sebagai hasil manipulasi AI dengan tingkat keyakinan 99 persen. Ini menunjukkan bahwa pelaku hoaks tidak hanya mengandalkan rekayasa manual, tetapi juga teknologi canggih untuk memproduksi disinformasi.

Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) menilai bahwa serangan-serangan ini bukanlah kritik yang membangun, melainkan upaya terstruktur untuk mendiskreditkan Polri. Ketua JAN, Romadhon Jasn, menyebut bahwa pihak-pihak yang merasa terganggu dengan penegakan hukum yang tegas kini beralih menggunakan cara kotor melalui hoaks.

“Kami melihat adanya pola serangan yang berulang. Ketika Polri tegas menindak pembalakan liar, penambangan ilegal, atau kasus korupsi, maka muncul serangan balik berupa hoaks dan fitnah. Ini bukan kebetulan, ini adalah strategi. Kami mengajak publik untuk tidak mudah terprovokasi dan selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayainya,” ujar Romadhon dalam pernyataannya, Rabu (9/9/2026) di Jakarta.

Baca juga:  Audrey Davis Akui Pemeran Wanita di Video Syur, Polisi Kejar Penyebar Pertama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *