Opini  

72 Tahun GMNI: Wujudkan Perekonomian Nasional dan Tata Kelola SDA Bermartabat‎‎

Rasmin Jaya

Tema ini tidak hanya menjadi simbol, melainkan juga manifestasi komitmen ideologis GMNI dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Marhaenisme melalui semangat gotong royong sebagai fondasi utama dalam membangun kemandirian ekonomi bangsa.‎‎Sebagai bagian dari elemen perjuangan penulis yang juga kader GMNI Sultra menegaskan komitmennya untuk terus mengawal, implementasi serta memperjuangkan cita-cita besar tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.‎‎Penulis sangat yakin akan potensi sumber daya alam seperti nikel, aspal, pariwisata, maritim, batu bara,perikanan, peternakan, dan pertanian, serta masih banyak lagi yang lainnya jika di kelola secara benar dan tepat sasaran maka dapat memberikan jaminan kesejahteraan masyarakat dan menjadi penopang ekonomi nasional.‎‎‎

Refleksi dan Evaluasi Tata Kelola SDA‎Tentu hal itu harus menjadi pelajaran dan refleksi bagi kita untuk berbuat lebih banyak dalam mengawasi setiap kebijakan agar tetap berjalan di atas relnya.‎‎Penulis, yang pernah terlibat dalam beberapa advokasi perjuangan kerakyatan, merasa prihatin dengan situasi tersebut. Seolah-olah pemimpin menutup mata dan telinga terhadap apa yang dirasakan oleh rakyat.

Produk kebijakan yang diambil tidak tepat sasaran dan tebang pilih, terkesan mereka hanya melindungi iklim investasi dan pertambangan agar tetap berjalan tanpa peduli terhadap nasib rakyat di sekitarnya.

‎Hal ini sangat kontras dengan harapan pemerintah menuju Indonesia Emas 2045 jika tidak segera dibenahi. Kondisi ini akan menimbulkan kesenjangan antara
‎penguasa, pengusaha, dan masyarakat secara umum. Kekayaan alam kita tidak begitu dirasakan oleh masyarakat, eksplorasi dan eksploitasi di mana-mana justru memberikan dampak negatif yang signifikan bagi warga setempat.

‎• Potensi SDM Sultra

‎Bahwa air, tanah, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya adalah milik negara dan diperuntukkan
‎bagi kemakmuran masyarakat, justru sangat bertolak belakang dengan kenyataan saat ini. Kekayaan tersebut justru dikuasai oleh segelintir orang untuk kepentingan kelompok dan
‎pribadi.

‎Penulis yang juga kader GMNI Sultra  merasa prihatin melihat fenomena ini, di mana masyarakat hanya menjadi penonton di daerah sendiri dan hanya mendapatkan “ampasnya”.

‎Semua sumber daya alam terasa berada dalam balutan penguasaan kaum oligarki untuk melanggengkan kekuasaan. Kekayaan alam di Sulawesi Tenggara adalah anugerah yang seharusnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

‎Berharap agar kekayaan alam yang diberkahi oleh Allah SWT ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan yang lebih baik dan menjadi sentral perputaran ekonomi yang memadai.
‎Salah satu akar persoalan lingkungan hidup di Sulawesi Tenggara adalah praktik KKN dalam pengelolaan sumber daya alam.

‎Banyak pejabat yang terlibat skandal, bahkan menjadikan investor sebagai “juru kunci” modal kampanye ‎dalam momentum tersebut. Dengan banyaknya praktik korupsi di sektor SDA, mulai dari penerbitan izin yang tidak
‎sesuai prosedur hingga pelanggaran peraturan perundang-undangan, terkesan bahwa pemimpin kita masih menutup mata dan kehilangan nurani untuk melihat persoalan rakyat ‎secara jernih.

Respon Balik Kader GMNI Sultra

‎Respons terhadap krisis multidimensi saat ini harus segera diwujudkan melalui terobosan dan sikap mandiri dengan menegaskan kembali UUD 1945 pasal 33.

‎Masyarakat sudah cukup mengambil hikmah dari pengalaman masa lalu tentang bagaimana pihak asing melakukan ekspansi dan hegemoni terhadap daerah yang kaya akan sumber daya alam. Fenomena hari ini adalah fakta proses “penjajahan ekonomi” melalui kebijakan yang membuka kebebasan seluas-luasnya kepada
‎investor di Sulawesi Tenggara.

‎Potensi daerah ini jika dikelola dengan benar akan menyejahterakan masyarakat. Mereka yang bermukim di sekitar wilayah pertambangan seharusnya mendapatkan manfaat, bukan malah dampak negatif dari limbah dan kerusakan lingkungan. Pemerintah harus proaktif mengontrol izin pertambangan dan menerapkannya kaidah-kaidah yang sesuai.

‎‎Kepemimpinan yang Dibutuhkan

‎Transisi kepemimpinan adalah keniscayaan dalam setiap periode pemerintahan. Moment Dies Natalis GMNI yang ke 72 Tahun, Kader GMNI Sultra berharap agar pemimpin yang betul-betul berkomitmen pada kesejahteraan masyarakat, tidak hanya melalui lisan, tetapi melalui tindakan nyata yang konkret.

‎Pertama, kepemimpinan yang diperlukan Sulawesi Tenggara adalah yang berorientasi transformatif, mampu mendorong rakyat memanfaatkan sumber daya, potensi, dan kapabilitas yang dimiliki untuk mencapai kehidupan yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

‎Kedua, kepemimpinan yang visioner; berpandangan jauh ke depan melampaui generasi, memiliki harapan dan cita-cita kuat tentang hari esok yang lebih baik. Sejauh ini, kepemimpinan di Sultra seolah terbelenggu dalam ketakutan untuk menunjukkan keberpihakan pada masyarakat, sehingga mudah “bermain mata” dengan korporasi.

‎Ketiga, kepemimpinan yang menjadikan masyarakat sebagai orientasi utama dalam pelayanan, tanpa memiliki kepentingan ganda dengan pengusaha. Konflik kepentingan sering kali menjebak pejabat daerah dan elite partai politik dalam permainan kotor karena keterikatan bisnis atau jaringan keluarga.

‎Keempat, kepemimpinan di Sulawesi Tenggara harus bersih, tegas, dan berani mengorbankan kepentingan pribadi ‎demi kesejahteraan masyarakat secara umum tanpa pandang bulu.

‎Sebagai penutup, pemerintah harus lebih serius memberikan jaminan perlindungan dan pemenuhan hak ‎atas lingkungan hidup, serta menjadi garda terdepan dalam mengambil tanggung jawab atas kejahatan lingkungan yang terjadi.

‎Pemerintah tidak boleh tunduk kepada korporasi, karena tanggung jawab utamanya adalah kepada masyarakat, bukan kepada investor atau kelompok keluarga.

‎Saya adalah GMNI, kamu adalah GMNI. Apapun yang terjadi kepada rakyat adalah tanggung jawab kita bersama. Merdeka.

Baca juga:  Menagih Janji Meritokrasi: Dilema Integritas dan Stabilitas di Sektor ESDM

Penulis : Rasmin Jaya (Ketua DPC GMNI Kendari 2023-2025)‎‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *