“Ini bukan hanya soal produk baru untuk konsumsi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi nelayan dan pelaku industri olahan ikan. Program ini mendukung sektor perikanan kita secara menyeluruh,” tambah Budi.
Budi juga menjelaskan bahwa susu ikan merupakan hasil dari riset yang telah dilakukan sejak tahun 2017 oleh Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat BRIN. Pada tahun 2021, riset ini berhasil menghadirkan susu ikan sebagai bentuk diversifikasi produk olahan perikanan. Di tahun 2023, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki secara resmi memperkenalkan susu ikan kepada masyarakat.
Susu Ikan sebagai Pilihan Gizi untuk Masyarakat
Wasekjen BRP Romadhon menegaskan bahwa susu ikan memberikan pilihan baru bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan proteinnya. Masyarakat kini dapat memilih untuk mengonsumsi ikan segar atau produk olahan seperti sosis ikan, bakso ikan, dan susu ikan.
“Pilihan ini memperkaya variasi makanan bergizi untuk masyarakat. Kami juga menstandarkan bahwa 30% dari bahan makanan olahan ikan harus mengandung ikan asli,” tandasnya.
Ia juga menambahkan bahwa program susu ikan ini memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari upaya pemerintah ke depan dalam mewujudkan program makan gratis sehat dan bergizi bagi masyarakat. “Nantinya, Presiden Prabowo tidak akan salah jika program ini dijadikan alternatif berikutnya untuk meningkatkan gizi masyarakat. Ini adalah langkah cerdas untuk mencetak generasi penerus yang sehat dan berkualitas,” ujar Romadhon.
Dengan keunggulan gizi yang ditawarkan dan dampak positif terhadap industri, susu ikan diharapkan dapat menjadi alternatif yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi perikanan di Indonesia. Program makan sehat dan bergizi melalui susu ikan diharapkan juga akan mendukung penciptaan generasi penerus yang kuat dan berdaya saing di masa depan.













