Wanita Hamil Meninggal, Jenazah Dipulangkan Naik Perahu di Tengah Gelombang: Janji Ambulans Laut Busel Dipertanyakan

Masyarakat Buton Selatan Menyaksikan evakuasi jenazah wanita hamil

BUSEL, – Duka itu tak hanya menyelimuti satu keluarga, tetapi juga mengguncang nurani banyak orang. Seorang ibu hamil asal Pulau Batuatas, Kabupaten Buton Selatan, mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Klinik Faga Husada, Kota Baubau. Namun kisah pilu itu tidak berhenti di ruang perawatan.

Setelah kepergiannya, keluarga kembali dihadapkan pada kenyataan yang tak kalah menyayat. Untuk memulangkan jenazah dari Baubau menuju Batauga, pihak rumah sakit disebut meminta biaya ambulans sebesar Rp400.000. Bagi keluarga yang tengah berduka dan dalam keterbatasan, angka itu terasa begitu berat.

Tak ada pilihan lain. Dengan hati yang remuk, jenazah sang ibu dibawa menggunakan mobil open cup menuju Batauga. Tubuh yang semestinya diantar dengan penuh penghormatan dan fasilitas layak, harus melewati perjalanan sederhana di atas bak terbuka.

Perjalanan belum usai. Dari Batauga, jenazah kembali dipindahkan ke perahu bermesin tempel untuk menyeberangi lautan menuju Pulau Batuatas kampung halaman tempat keluarga menanti dengan tangis dan doa. Di tengah gelombang, di bawah langit yang seakan ikut muram, jenazah itu menempuh perjalanan terakhirnya.

Potongan video pemulangan tersebut menyebar luas dan menyulut kepedihan publik. Dalam rekaman itu, seorang  masyarakat Busel menyampaikan kritik yang lahir dari rasa sakit dan keprihatinan mendalam.

“He pa Bupati lihat ini wargamu, He Ketua DPRD lihat ini wargamu, warga Batuatas semua ini. Lihat ini janji-janji ambulans laut. Wargamu menderita, bertarung gelombang mayat ini. Buka mata, buka telinga,” ucapnya dengan suara bergetar.

Baca juga:  Jejak Langkah La Ode Tariala: Dari Anak Petani Menuju Kursi Ketua DPRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *