News  

Wakili Gubernur Sultra, Ridwan Badallah Paparkan Potensi Ekonomi Biru di Forum Maritim Internasional China

Dari sektor perikanan, Sulawesi Tenggara berada dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 713 dan 714.

Berdasarkan data dalam materi paparan, jumlah tangkapan yang diperbolehkan di WPPNRI 713 mencapai 697.730 ton per tahun, sedangkan WPPNRI 714 mencapai 731.486 ton per tahun.

banner 728x90

Data sementara tahun 2025 dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara juga mencatat potensi produksi perikanan tangkap berupa tuna sebesar 16.021 ton, cakalang 19.753 ton, dan tongkol 16.489 ton.

Komoditas perikanan tersebut memiliki pasar ekspor ke sejumlah negara, antara lain Jepang, Belanda, Singapura, Australia, Thailand, dan Amerika Serikat. Adapun potensi budidaya rumput laut Sulawesi Tenggara disebut mencapai 212.992 ton berdasarkan data yang disampaikan dalam paparan.

“Dengan potensi perikanan tangkap dan budidaya rumput laut yang kita miliki, Sulawesi Tenggara mempunyai peluang untuk memperluas pasar, memperkuat industri pengolahan, dan meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir,” demikian rumusan kutipan yang perlu dikonfirmasi kepada narasumber.

Dalam forum tersebut, Sulawesi Tenggara menyatakan terbuka terhadap kerja sama pengembangan ekonomi biru, tidak hanya dengan Provinsi Fujian, China, tetapi juga dengan negara-negara peserta konferensi lainnya.

Negara-negara yang menjadi peluang mitra kerja sama antara lain Singapura, Polandia, Maladewa, Pakistan, Sri Lanka, serta negara lainnya.

“Kami terbuka untuk membangun kerja sama dengan berbagai negara dalam pengembangan ekonomi biru, termasuk penelitian kelautan, pengembangan teknologi, investasi, dan penguatan industri berbasis sumber daya laut. Harapannya, potensi Sulawesi Tenggara dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” demikian rumusan pernyataan yang dapat digunakan setelah memperoleh konfirmasi dari Ridwan.

Kehadiran Sulawesi Tenggara dalam The World Maritime Equipment Conference 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah ke panggung internasional sekaligus memperluas jaringan kemitraan dalam sektor maritim.

Baca juga:  Hotman Paris Ikut Goda Budi Arie Usai Unfollow Prabowo: “Marah Nih Yee!”

Dengan kekayaan sumber daya laut dan pesisir yang dimiliki, Sulawesi Tenggara berpeluang menjadikan ekonomi biru sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Pengembangan tersebut membutuhkan sinergi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan mitra internasional agar pemanfaatan sumber daya kelautan menghasilkan nilai tambah, membuka peluang investasi, serta menjaga kelestarian ekosistem laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *