Akril juga mengapresiasi perhatian Dasco terhadap perlindungan investor lokal dan penguatan regulasi pasar modal yang lebih adaptif. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan teori state intervention dalam ekonomi modern, di mana negara memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan pasar agar tetap sehat dan kompetitif.
Ia menambahkan, proyeksi pemulihan pasar pasca-29 Mei yang disampaikan Dasco menunjukkan adanya komunikasi strategis berbasis perencanaan dan mitigasi risiko terhadap dampak penyesuaian indeks MSCI.
“Pernyataan itu memberikan arah yang jelas kepada pelaku pasar bahwa pemerintah dan lembaga terkait telah memiliki skenario antisipatif. Ini penting untuk menghindari kepanikan berlebihan yang dapat memicu tekanan lanjutan di pasar modal,” jelasnya.
Visioner Indonesia, kata Akril, mendukung penuh penguatan koordinasi lintas lembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat selama komunikasi publik, kepastian regulasi, dan pengawasan kebijakan berjalan secara konsisten.
“Fluktuasi pasar merupakan hal yang wajar dalam dinamika ekonomi global. Namun kehadiran negara melalui langkah-langkah strategis dan komunikasi yang tepat akan menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik serta keberlanjutan investasi nasional,” pungkasnya.














