“Ini merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Baru kali ini di Sulawesi Tenggara seorang gubernur bertemu langsung dan berdiskusi bersama para ketua lembaga mahasiswa untuk mendengarkan berbagai aspirasi terkait pembangunan daerah,” ujar Akril, Jum’at, 22/5/2026.
Menurutnya, mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki peran penting dalam mengawal arah pembangunan daerah. Karena itu, komunikasi langsung antara pemerintah dan mahasiswa menjadi hal yang sangat strategis dalam menciptakan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pertemuan tersebut juga dinilai menjadi simbol hadirnya pemerintahan yang lebih terbuka dan partisipatif di Sulawesi Tenggara.
Ia berharap agenda dialog seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin agar hubungan antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi semakin kuat demi kemajuan Sulawesi Tenggara.














