Selain itu, fasilitas ambulans juga disiapkan untuk membantu warga terlantar, khususnya mereka yang datang dari luar daerah dan tidak memiliki tempat tinggal, untuk kemudian dipulangkan ke daerah asalnya.
Rumah singgah ini juga akan difungsikan sebagai pusat rehabilitasi awal, termasuk bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), melalui sinergi dengan rumah sakit jiwa dan Dinas Kesehatan.
Lebih lanjut, Parinringi menegaskan bahwa program ini menitikberatkan pada perubahan pola pikir masyarakat sebagai langkah awal keluar dari kemiskinan.
“Kita dorong perubahan mindset. Setelah itu baru diberikan pembinaan, pendidikan, dan keterampilan,” jelasnya.
Sebagai upaya lanjutan, rumah singgah akan dilengkapi ruang workshop untuk pelatihan keterampilan. Warga binaan yang telah siap akan diarahkan ke dunia kerja melalui koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja.
Dengan langkah ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap Rumah Singgah Multi Layanan dapat menjadi solusi nyata dalam penanganan masalah sosial sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan di daerah.













