“Gerakan Pangan Murah ini akan masih kita laksanakan di Provinsi Sulawesi Tenggara,” katanya.
Aris juga mengatakan pelaksanaan GPM akan terus dimasifkan hingga ke wilayah pelosok dan kepulauan. Kondisi geografis Sulawesi Tenggara yang terdiri atas banyak wilayah kepulauan turut memengaruhi rantai distribusi dan harga pangan.
“Bapak Gubernur terus akan memasifkan Gerakan Pangan Murah ini sehingga masyarakat kita yang ada di pelosok dan juga di kepulauan bisa menikmati harga yang sama dengan yang ada di Kota Kendari,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras premium 10 kilogram Rp155.000, beras SPHP 5 kilogram Rp56.000, minyak goreng 1 liter Rp20.000, minyak Bimoli 2 liter Rp46.000, minyak Filma 2 liter Rp45.000, gula pasir 1 kilogram Rp17.500, telur ayam Rp48.000, bawang merah 1 kilogram Rp30.000, dan bawang putih Rp40.000.
Selain stabilisasi harga, Aris mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi pangan lokal melalui gerakan diversifikasi pangan. Menurutnya, Sulawesi Tenggara memiliki beragam potensi pangan lokal yang dapat dikembangkan sebagai sumber pangan masyarakat.
Ia mencontohkan gerakan makan sagu di Kabupaten Kolaka serta Gerakan Muna Makan Jagung di Kabupaten Muna yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam mengembangkan pangan lokal.
Menutup sambutannya, Aris mengajak seluruh masyarakat untuk berbelanja dengan tertib dan memanfaatkan Gerakan Pangan Murah dengan sebaik-baiknya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh pangan dengan mudah, harga yang wajar, dan sesuai ketentuan.














