Lapangan FC Andorra Jadi Inspirasi, Stadion Motewe Jadi Ironi

Perbandingan Stadion FC Andorra dan Stadion Motewe Muna

Apakah kita kurang niat? Mungkin ya.

Atau jangan-jangan, kita hanya terlalu pandai mengubah stadion menjadi monumen korupsi.

Kejari Muna telah memeriksa 20 orang saksi. Hasilnya? Masih nihil tersangka. Publik tentu menunggu: apakah puluhan miliar rupiah ini akan kembali dalam bentuk keadilan, atau sekadar lenyap bersama ombak pesisir Motewe.

Andorra kecil dengan lapangan megahnya mengajarkan kita satu hal: bukan ukuran klub yang menentukan kualitas pembangunan, tetapi integritas pengelola. Sementara Muna sayangnya justru menorehkan kisah lain: bahwa di negeri kaya ini, stadion bisa runtuh sebelum sempat digunakan, tapi janji-janji pejabat tetap berdiri kokoh.

Satire paling pahitnya adalah ini: sebuah klub kecil di Eropa bisa membangun lapangan, sementara sebuah kabupaten di Indonesia hanya pandai membangun masalah.

Baca juga:  Warga di Muna Laporkan Kadesnya atas Dugaan Penganiayaan, Polisi Diminta Bertindak Tegas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *