Israel Bakal Serang Balik Hizbullah Buntut Serangan Roket di Dataran Tinggi Golan 

Jakarta— Pesawat tempur Israel melancarkan serangan terhadap Hizbullah di Lebanon pada Sabtu malam, kata militer Israel pada Minggu, 28/724, sebagai balasan atas serangan roket di Dataran Tinggi Golan yang menewaskan 12 orang, termasuk anak-anak.

“Semalam, IAF menyerang serangkaian target teror Hizbullah baik di dalam wilayah Lebanon maupun di Lebanon selatan, termasuk tempat penyimpanan senjata dan infrastruktur teroris di wilayah Chabriha, Borj El Chmali, dan Beqaa, Kfarkela, Rab El Thalathine, Khiam, dan Tayr Harfa,” kata militer.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya bersumpah bahwa kelompok militan Lebanon akan membayar harga yang mahal setelah serangan mematikan di lapangan sepak bola di kota terpencil di Dataran Tinggi Golan yang diduduki, yang terjadi di tengah rentetan tembakan roket dari Lebanon selama seharian.

Layanan darurat Magen David Adom Israel mengatakan sejumlah besar ambulans dikirim ke tempat kejadian untuk merawat para korban, yang semuanya berusia antara 10 dan 20 tahun. Video dan gambar menunjukkan para korban muda berserakan di rumput, beberapa mengenakan kaus olahraga.

Serangan itu menghantam kota Majdal Shams yang mayoritas penduduknya beragama Druze di Dataran Tinggi Golan yang bergunung-gunung, dekat perbatasan dengan Suriah. Israel telah menduduki daerah itu sejak 1967, dan mencaploknya pada 1981.

Dalam sebuah pernyataan dari kantor Netanyahu, pemimpin Israel itu mengatakan bahwa ia memberi tahu kepala komunitas Druze Israel bahwa Hizbullah akan membayar harga yang mahal, harga yang belum pernah dibayarkannya.

Seorang juru bicara pasukan penjaga perdamaian PBB yang beroperasi di Lebanon selatan mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah melakukan kontak dengan otoritas Lebanon dan Israel untuk memahami rincian insiden Majdal Shams dan untuk menjaga ketenangan.

Baca juga:  Trump Ancam Eropa di Skotlandia: ‘Tanpa Perubahan, Eropa Akan Hilang’

Hizbullah dan milisi lain yang bermarkas di Lebanon telah berulang kali menyerang wilayah Israel sebagai balasan atas serangan Israel di Gaza, sementara serangan udara Israel telah menargetkan kota-kota di Lebanon. Pejabat Lebanon dan kelompok hak asasi manusia mengklaim Israel telah menggunakan fosfor putih di Lebanon selatan.

Hampir 200.000 orang mengungsi di kedua sisi garis biru yang memisahkan kedua negara, yang memicu kemarahan di Israel di tengah tuntutan agar pemerintah mencegah serangan lebih lanjut.

“Serangan Hizbullah hari ini melewati semua garis merah, dan responsnya akan sesuai dengan itu. Kita sedang mendekati momen perang habis-habisan melawan Hizbullah dan Lebanon,” kata menteri luar negeri Israel, Israel Katz, kepada Axios.

Serangan itu menandai eskalasi serius setelah serangkaian tembakan roket dari Lebanon selatan diarahkan ke beberapa kota di Dataran Tinggi Golan yang diduduki, yang sebagian besar diklaim oleh Hizbullah.

Namun, Mohammad Afif, seorang pejabat senior Hizbullah, membantah bertanggung jawab atas serangan yang menghantam Majdal Shams, saat berbicara kepada Reuters. Dalam sebuah pernyataan, kelompok militan itu mengatakan sama sekali tidak ada hubungannya dengan insiden itu, menuduh media yang bermusuhan melakukan tuduhan palsu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *