Di sisi lain, beberapa daerah seperti Jayapura (76,14), Manokwari (75,96), Merauke (75,11), dan Nabire (72,89) berada pada kategori menengah, menunjukkan adanya perkembangan meskipun belum merata.
Sementara itu, Gorontalo mencatat IPM 71,54, yang menandakan perlunya peningkatan kualitas layanan dasar secara berkelanjutan.
Para pengamat menilai, tingginya capaian IPM di kota-kota besar sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur, akses pendidikan yang lebih luas, serta fasilitas kesehatan yang memadai. Sebaliknya, daerah dengan IPM rendah umumnya dihadapkan pada tantangan geografis, keterbatasan pembangunan, serta minimnya investasi.
Situasi ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah untuk memperkuat strategi pembangunan yang lebih inklusif, khususnya di kawasan Papua dan wilayah tertinggal lainnya. Pemerataan kualitas hidup masyarakat dinilai menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia Timur.













