Selain potensi gangguan keamanan, Gubernur juga mengingatkan adanya risiko bencana alam akibat musim hujan yang melanda sejumlah wilayah Sultra. Untuk itu, Pemprov Sultra telah menyiapkan langkah antisipatif melalui penguatan kesiapsiagaan, termasuk pengoperasian Posko Terpadu Siaga Bencana Alam yang mulai aktif sejak 18 Desember 2025.
Sementara itu, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menjelaskan bahwa Operasi Lilin Anoa 2025 melibatkan 3.078 personel gabungan. Personel tersebut terdiri atas 150 personel Polda Sultra, 1.175 personel Polres dan Polresta, 356 personel TNI, serta 1.397 personel dari instansi terkait lainnya.
Dalam pelaksanaannya, aparat gabungan menyiapkan 77 pos pengamanan yang tersebar di berbagai titik strategis, terdiri dari 54 pos pengamanan, 17 pos pelayanan, dan 6 pos terpadu. Fokus pengamanan diarahkan pada gereja, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, hingga objek wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung.
Operasi Lilin Anoa 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Melalui operasi ini, diharapkan seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru di Sulawesi Tenggara dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat.













