“Kami barusan sudah melakukan koordinasi dan diskusi yang panjang, bagaimana kemudian OJK yang baru dan direktur bursa yang baru untuk membenahi tata kelola bursa sehingga lebih baik ke depannya,” ujar Dasco dalam konferensi pers.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa jajaran direksi baru BEI diminta berkomitmen memberikan yang terbaik bagi pengembangan bursa, mengedepankan tata kelola dan reformasi integritas di pasar modal.
Aktivis Nusantara, Romadhon Jasn, menyambut baik koordinasi yang difasilitasi Dasco. Menurutnya, reformasi pasar modal adalah pekerjaan rumah yang sudah lama tertunda. Apalagi, nama ekonom senior Chatib Basri baru-baru ini ramai disebut dalam wacana perombakan kabinet, menunjukkan bahwa perhatian terhadap ekonomi nasional sedang di level tertinggi.
“Publik mengapresiasi langkah Pak Dasco yang sigap mempertemukan OJK dan direksi baru BEI. Reformasi tata kelola pasar modal ini bukan sekadar urusan teknis, tapi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik dan investor terhadap ekonomi Indonesia,” ujar Romadhon, dalam keterangnya, Jumat (19/6) di Jakarta.
Ia menyoroti bahwa bursa kelas dunia membutuhkan fondasi yang kuat: transparansi, integritas, dan pengawasan yang konsisten. “Kalau ini bisa dijalankan, bukan hanya pemodal besar yang diuntungkan, tapi investor kecil juga akan merasa aman. Pak Dasco sudah membuka jalan, tinggal OJK dan BEI yang eksekusi dengan komitmen penuh,” pungkasnya.














