KENDARI – Kinerja fiskal Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara pada awal tahun 2026 menunjukkan tren positif. Melalui rilis resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Sulawesi Tenggara, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga triwulan pertama berhasil melampaui target yang ditetapkan.
Realisasi PAD periode Januari–Maret 2026 tercatat mencapai 26,05 persen, sedikit di atas target awal sebesar 25 persen. Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa strategi optimalisasi pendapatan daerah mulai menunjukkan hasil sejak awal tahun.
Dari sisi nominal, target PAD Sultra tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp1,38 triliun, dengan realisasi triwulan pertama mencapai sekitar Rp362,1 miliar. Angka tersebut mencerminkan akselerasi penerimaan daerah yang cukup signifikan dalam tiga bulan pertama.

Kontribusi terbesar PAD masih didominasi sektor pajak daerah. Beberapa sumber utama meliputi:
• Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB): Rp203,4 miliar
• Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB): Rp53,4 miliar
• Pajak Rokok: Rp48 miliar
• Pajak Kendaraan Bermotor (PKB): Rp46,4 miliar
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor transportasi dan konsumsi bahan bakar tetap menjadi tulang punggung penerimaan daerah.













