200 Hari Trump: Kekuasaan Menguat, Demokrasi Amerika Terancam

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Trump juga dituding memperluas kontrol budaya, memengaruhi media, serta melemahkan institusi publik. Penutupan Corporation for Public Broadcasting dan penghapusan data dari situs pemerintah, termasuk informasi tentang perubahan iklim dan sejarah pemakzulan, menjadi sorotan.

Selain itu, anggaran penegakan imigrasi mencapai rekor $170 miliar, menjadikan Immigration and Customs Enforcement (ICE) sebagai kekuatan polisi domestik terbesar di negara tersebut. Larry Jacobs dari Universitas Minnesota memperingatkan, “Kita berada di jalur menuju pembubaran fondasi demokrasi Amerika.”

banner 728x90

Meski begitu, Trump tetap menghadapi tingkat ketidakpuasan publik yang tinggi. Survei Universitas Massachusetts Amherst menunjukkan tingkat persetujuannya turun menjadi 38%, meskipun basis pendukung inti tetap solid. Para pengamat menilai pemilu paruh waktu mendatang akan menjadi ujian penting untuk membatasi kekuasaannya dan memulihkan keseimbangan demokrasi.

Baca juga:  PBB : Satu dari Lima Rumah Tangga di Gaza Menjalani Hari Tanpa Makanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *