News  

Wasekjen BRP: Insiden di KTT D8 Tak Ganggu Komitmen Indonesia Memimpin

“Kita tidak perlu berspekulasi lebih jauh. Presiden Prabowo memiliki sikap yang tegas, tetapi tetap diplomatis. Tindakan yang dilakukan Erdogan, apapun alasannya, tidak akan menggoyahkan semangat Indonesia untuk terus berjuang di arena global,” tegasnya.

Pentingnya Diplomasi yang Kuat

Romadhon juga menyoroti pentingnya diplomasi yang kuat untuk memastikan keberhasilan Indonesia memimpin D8. Menurutnya, Presiden Prabowo akan mengutamakan dialog dan kolaborasi, termasuk dengan Turki, untuk mencapai tujuan bersama.

“Kepemimpinan Indonesia di D8 bukan hanya soal prestise, tetapi juga soal tanggung jawab besar. Kita perlu menjaga komunikasi yang baik dengan semua negara anggota, termasuk Turki, agar visi dan misi D8 dapat tercapai,” jelasnya.

Sebagai Ketua D8 pada 2025, Indonesia diharapkan dapat memperjuangkan kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam bidang ekonomi dan pembangunan. Romadhon menyatakan bahwa Presiden Prabowo telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan keberhasilan Indonesia dalam menjalankan peran ini.

“Indonesia akan membawa semangat solidaritas dan kolaborasi. Dengan pengalaman dan visi Presiden Prabowo, saya yakin Indonesia akan mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif bagi negara-negara anggota D8,” pungkas Romadhon.

Insiden di KTT D8 ini, menurut Romadhon, harus dilihat sebagai tantangan yang dapat dijadikan peluang untuk memperkuat diplomasi dan kepemimpinan Indonesia di tingkat internasional.

Baca juga:  Soal Korupsi Jembatan Cirauci II, AGORA Minta Kejagung Tangkap Burhanuddin dan Copot Kajati Sultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *