Kedua pelaku berinisial HR (28) dan FU (36), dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Maluku Tenggara. Polisi masih mendalami motif di balik aksi penikaman tersebut.
“Motif masih dalam penyelidikan,” kata Rositah.
Sementara itu, DPD Partai Golkar Maluku menilai insiden ini sebagai peristiwa serius yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah. Ketua DPD Golkar Maluku, Umar Lessy, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.
Golkar Maluku juga menyampaikan sejumlah sikap tegas, di antaranya mengutuk keras tindakan kekerasan, meminta penegakan hukum secara transparan, serta mengimbau seluruh kader dan masyarakat menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Peristiwa ini menjadi sorotan luas, mengingat terjadi di ruang publik dan melibatkan tokoh politik daerah. Aparat kepolisian memastikan proses penanganan kasus akan dilakukan secara profesional, sementara masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.













