Kembalinya Ahmad Sahroni ke kursi pimpinan Komisi III ini menarik perhatian publik, mengingat rentetan polemik yang sempat membayangi karier politiknya dalam setahun terakhir:
• Digeser ke Komisi I (Agustus Lalu): Sahroni sebelumnya memang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III. Namun, pada Agustus tahun lalu, ia dicopot dari posisinya dan dipindah tugaskan menjadi anggota Komisi I. Sanksi ini turun akibat pernyataannya yang viral dan memicu polemik terkait pedemo di Gedung DPR. Posisinya saat itu langsung digantikan oleh Rusdi Masse.
• Dinonaktifkan Partai (September 2025): Puncak kontroversinya terjadi ketika ia merespons wacana pembubaran DPR dengan melabeli pihak yang menyuarakan hal tersebut sebagai “orang tolol”. Pernyataan yang dinilai tidak pantas ini menuai kritik tajam dari masyarakat luas. Buntutnya, pada 1 September 2025, DPP Partai NasDem mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Ahmad Sahroni beserta tiga anggota DPR RI lainnya.
Kini, setelah melewati masa penonaktifan dan pergeseran komisi, Ahmad Sahroni kembali dipercaya oleh fraksinya untuk mengawal isu-isu hukum, HAM, dan keamanan di kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI.













