Sekjen Visioner Indonesia Apresiasi Ramadan Sultra Fest 2026 sebagai Motor Penggerak UMKM dan Literasi Keuangan

Ramadhan Sultra Fest 2026

JAKARTA- Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya Ramadan Sultra Fest 2026 yang dinilai sebagai langkah progresif dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Sulawesi Tenggara.

Menurut Akril, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, BankSultra, dan Bank Indonesia menunjukkan sinergi yang konstruktif antara pemerintah daerah, lembaga perbankan, dan otoritas moneter dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Ia menilai, kegiatan seperti ini bukan hanya menghadirkan keramaian Ramadan, tetapi juga membawa dampak nyata bagi pelaku UMKM dan masyarakat luas.

“Ramadan Sultra Fest adalah contoh bagaimana momentum keagamaan bisa dikelola secara produktif. Ini bukan sekadar festival kuliner atau hiburan Ramadan, tetapi ruang pemberdayaan ekonomi rakyat yang dirancang dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan,” ujar Akril.

Ia menyoroti pentingnya dukungan terhadap sekitar 30 tenant UMKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Bagi Akril, kehadiran ruang promosi dan transaksi yang terkurasi seperti ini memberi peluang bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan omzet, memperluas jejaring, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha. Terlebih di Kendari sebagai ibu kota provinsi, kegiatan ini memiliki efek ganda (multiplier effect) terhadap perputaran ekonomi lokal.

Akril juga memberikan perhatian khusus pada aspek literasi dan inklusi keuangan yang menjadi salah satu fokus utama Ramadan Sultra Fest 2026. Menurutnya, dorongan penggunaan transaksi digital, edukasi QRIS, serta sosialisasi keuangan syariah merupakan langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih adaptif terhadap transformasi ekonomi digital.

“Transformasi ekonomi hari ini tidak bisa dilepaskan dari digitalisasi. Ketika UMKM mulai terbiasa menggunakan sistem pembayaran non-tunai, ketika masyarakat memahami literasi keuangan dan produk keuangan syariah, maka kita sedang membangun fondasi ekonomi yang lebih modern, transparan, dan berdaya saing,” tegasnya.

Baca juga:  Diduga Tunggak Utang di Tempat Hiburan Malam, LSM Gerak Indonesia Desak Copot Pejabat Bombana Inisial DS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *