Tidak hanya penataan aset, pemerintah juga mendorong penataan akses secara terintegrasi. Dalam sambutan tersebut, Gubernur menekankan perlunya dukungan akses permodalan, bantuan bibit dan pupuk, pelatihan teknologi pertanian, hingga fasilitasi pemasaran bagi penerima manfaat Reforma Agraria. “Penataan akses merupakan kunci agar Reforma Agraria benar-benar meningkatkan taraf hidup masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.
Gubernur berharap GTRA dapat terus menghadirkan berbagai cerita sukses di kabupaten/kota sebagai bukti nyata efektivitas program Reforma Agraria di Sulawesi Tenggara.
Pada kesempatan itu, Sekda Asrun Lio juga menyampaikan pesan Gubernur tentang pentingnya penyelesaian konflik agraria yang masih terjadi. Ia mengajak Forkopimda serta pemangku kepentingan terkait untuk memberikan pendampingan dan dukungan penuh dalam meredam dan menyelesaikan berbagai sengketa tanah di lapangan.
Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan Reforma Agraria bergantung pada komitmen bersama serta sinergi erat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan seluruh unsur GTRA.
Rakor Akhir GTRA 2025 ini diharapkan menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh, menyatukan langkah strategis, dan memperkuat kolaborasi lintas instansi demi terwujudnya Reforma Agraria yang lebih efektif, adil, dan berpihak kepada masyarakat.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Sekda Sultra secara resmi membuka Rapat Koordinasi Akhir GTRA Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025.












