Pawai budaya akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk TNI, Polri, pelajar, serta perwakilan dari seluruh kabupaten/kota. Sementara itu, lulo massal akan menjadi salah satu daya tarik utama dengan melibatkan pelajar tingkat SMA/SMK.
Selain itu, lomba cipta menu pangan lokal akan mengusung tema ketahanan pangan dan inovasi kuliner berbasis fusion halal food. Berbagai lomba seni seperti tari kreasi, lagu eksekutif, dan drama musikalitas juga akan turut memeriahkan kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, Harmoni Sultra 2026 akan mengadopsi sistem digital melalui platform MyTiket Global Event. Sistem ini memungkinkan pengelolaan acara secara lebih modern, termasuk registrasi pengunjung dan penilaian stand berbasis QR Code.
Pengunjung nantinya dapat memberikan ulasan serta menilai stand UMKM secara langsung melalui barcode yang tersedia di setiap lokasi kegiatan.
Digitalisasi ini menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi sektor pariwisata di Sulawesi Tenggara agar lebih adaptif dan berdaya saing.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Harmoni Sultra 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu memperkuat promosi budaya serta memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.













