Kedua, Kadin akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi melalui gerakan pangan murah di berbagai kabupaten/kota. Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Ketiga, sektor hilirisasi dan ekspor menjadi fokus utama. Setelah sebelumnya sukses mendorong ekspor langsung komoditas lokal seperti tempurung kelapa ke China, Kadin Sultra berkomitmen meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM agar mampu menembus pasar global.
Selain itu, isu strategis pemanfaatan aspal Buton tetap menjadi perhatian utama. Kadin Sultra akan terus mengawal agar aspal Buton memperoleh prioritas dalam proyek strategis infrastruktur nasional.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Sinergi antara Kadin dan pemerintah daerah dinilai telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi yang semakin kondusif.
Musprov VIII Kadin Sultra ditutup secara resmi oleh Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan HAM Kadin Indonesia, Dr. H. M. Azis Syamsuddin.
Dengan kepemimpinan yang berlanjut, Kadin Sultra diharapkan semakin solid dalam memperkuat dunia usaha dan mendorong akselerasi pembangunan ekonomi di Sulawesi Tenggara.












