JAKARTA — Kinerja Perum DAMRI Cabang Kendari kembali menuai kritik. Organisasi Keluarga Mahasiswa Sulawesi Tenggara Jakarta (Kamasta) menilai manajemen di cabang tersebut sarat persoalan dan mendesak Perum DAMRI pusat segera mencopot General Manager (GM) yang dianggap gagal menjalankan fungsi pelayanan publik.
Ketua Umum Kamasta, Akril Abdillah, menyebut berbagai masalah yang terjadi selama ini tidak bisa dilepaskan dari lemahnya manajemen di tingkat cabang. Mulai dari dugaan manipulasi tarif logistik, pelanggaran pelayanan penumpang, hingga kecelakaan lalu lintas yang melibatkan armada DAMRI.
“Bobroknya manajemen DAMRI cabang Kendari sudah nyata. InsyaAllah kami akan terus membuka kelalaian-kelalaian yang ada. Saatnya Perum DAMRI pusat mencopot GM dan melakukan evaluasi menyeluruh,” tegas Akril, Senin (25/8/2025).
Salah satu kasus yang kini disorot Kamasta adalah kecelakaan bus DAMRI di jalur Mawasangka–Kendari yang ditangani Polres Buton Tengah. Menurut Akril, proses hukum atas insiden itu harus terbuka dan tidak boleh ditutup-tutupi.
“Proses hukum terhadap pengemudi harus transparan. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi, agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.













