Selain Mandelson, nama-nama elite Inggris lain seperti Sarah Ferguson dan Richard Branson juga tercatat dalam dokumen. Pihak terkait menyatakan hubungan yang ada bersifat sosial atau bisnis dan tidak berkaitan dengan aktivitas ilegal.
Tokoh Dunia Disebut, Klaim Dibantah
Nama Donald Trump muncul ratusan kali dalam berkas terbaru. Pemerintah AS menyatakan sebagian tuduhan yang tercantum berasal dari laporan anonim yang tidak terverifikasi dan tidak didukung bukti hukum. Trump sendiri kembali membantah mengetahui atau terlibat dalam kejahatan Epstein.
Sementara itu, Elon Musk diakui memiliki korespondensi email dengan Epstein, termasuk pembahasan undangan ke pulau milik Epstein. Musk menegaskan dirinya tidak pernah melakukan perjalanan ke pulau tersebut dan mendukung upaya penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan seksual.
Bill Gates juga membantah keras klaim sensasional yang muncul dalam sejumlah email yang diduga ditulis Epstein. Pihak Gates menyebut dokumen tersebut sebagai upaya pencemaran nama baik oleh Epstein.
Di tengah keterbukaan dokumen, kritik datang dari pengacara hak perempuan Gloria Allred yang menilai sebagian berkas masih mengungkap identitas korban secara tidak memadai. Ia mengingatkan bahwa keterbukaan informasi tidak boleh mengorbankan perlindungan korban kejahatan seksual.
Kementerian Kehakiman AS menyatakan masih melakukan penyuntingan lanjutan terhadap dokumen tertentu guna melindungi korban dan informasi sensitif.
Meski DOJ menyebut proses identifikasi dan peninjauan dokumen telah selesai, sejumlah anggota Kongres AS mempertanyakan masih adanya jutaan berkas yang belum dipublikasikan. Perdebatan mengenai transparansi dan dugaan perlindungan terhadap elite global pun diperkirakan masih akan berlanjut.











