Gubernur Sultra : Transformasi Birokrasi dan E-government Tidak Dapat Ditunda

Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menjadi keynote speaker Simposium Nasional Asosiasi Program Studi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM) bertajuk “Transformasi Digital dan E-Government dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Responsif dan Transparan.” Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Selasa (10/2/2026).

Pandangan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua AIPPTM, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., yang menilai komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai contoh positif dalam pengembangan digitalisasi pemerintahan.

“Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah yang menjadi rookie dalam pengembangan digitalisasi pemerintahan,” ujarnya.

Apresiasi tersebut diperkuat dengan capaian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam program Championship Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) kategori Rookie of the Year. Prestasi ini menjadi lompatan besar, mengingat pada tahun 2023 Sulawesi Tenggara masih berada di peringkat ke-34 dari 34 provinsi. Kini, Sulawesi Tenggara berhasil naik ke peringkat ke-16 dari 38 provinsi secara nasional.

Gubernur Andi Sumangerukka menekankan bahwa salah satu faktor penentu keberhasilan penerapan e-government adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) aparatur. Oleh karena itu, transformasi birokrasi harus dimulai dari perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur sipil negara (ASN), yang dituntut memiliki integritas, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat.

“Untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, perubahan harus dimulai dari kepemimpinan. Karena itu, saya ingin membangun sistem yang baik,” tegas Gubernur.

Baca juga:  Apresiasi Pertemuan ASR dan LA Pasca Pemilihan, Akril Abdillah: Ciptakan Suasana Sejuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *